Monday, November 3, 2014

Merefleksikan Jejak Universalitas Kebenaran

SEMARANG, Minggu(2/11) at 20.00 - Sebelumya, aku bingung harus memulai menulis ini dari mana, banyak hal yang ingin aku sampaikan namun ide-ide ku melayang tak tentu arah. Satu pesan E-mail aku terima dengan perasaan yang tak karuan, heran, senang dan aku senyum. Malam ini aku merasa letih, capek dan sangat haus karena berkelana jauh. Bukan karena aku baru aja camping seperti yang biasa aku lakukan dengan temen-temen se perjuangan. Bukan juga karena aku survive di tempat yang belum pernah aku lalui. Malam ini aku mencoba menutup mata, kembai ke jaman yang di sebut awal peralihan. Peraihan dari anak-anak menuju remaja. Serpihan kenangan-kenangan yang begitu usang dan teramat aku ingin menghapusnya kini malah aku berusaha mengingatnya dengan terperinci. Bahkan aku harus muliskan nya,


Mungkin nanti adalah momentum curhat atau mingkin ini adalah tulisan ngawur yang aku menuiskan nya dalam keadaan tak sadar. Yah, tulisanku ini mengandung banyak refleksi dan menggunakan perspektif yang ada. Tidak banyak mengambil refrensi dari buku atau orang lain. Ini real dari realita, apa yang dirasakan dan tidak ada unsur penambahan yang berlebih. Huuuufttttt......... yah se kali lagi aku bukan cerpenis yag mampu mengemas cerita agar menarik.
Perjalanan akan aku mulai ketika aku menginjakkan kaki di Sekolah Menengah Atas yang menjadi kebanggaanku dan “tentangmu menjadi bagian cerita tersendiri mengisi sejarahku disana”. Sejarah yang tak pernah usang.
“TABEL PERIODIK” entah apa persepsimu mengenai itu. Namun aku sangat berterima kasih pada tabel periodik yang singkat saja membuatku dekat dengan RATNA atau sering aku memanggilnya nax/ nanax, entah apa yang membuatku bisa dekat dengan nya, nyaman mendengar namanya. Namanya selalu menemani aku di setiap saat kala itu, se kalipun ini aku berebihan. Sampai mungkin ratna bosan dengan XMX/ pesan singkat yang sering aku luapkan. (mohon nanti bisa di tanggapi dengan jujur apakah ketika aku xmx ratna teramat sering merasa bagaimana?)
Keakrapan kita di mulai di dunia maya. Dunia yang mungkin ini mimpi, tapi bagiku ini seragkaian dari dunia nyata. Banyak obrolan yang di bahas dengan berbagai tema mewarnai hari-hari itu.
Aku tidak sadar memendam perasaan kasih sayang padamu ratna, sejak aku mengenalmu. Salam perkenalanku adalah sapaan cinta, cinta dengan kebenaran yang aku yakin direstui TUHAN.
Samapi tiga bukan berturut-turut aku menuliskan kejadian yang itu berhubungan denganmu. Berhubungan dengan aktivitasmu di sekolah, ruang lingkup yang sangat kecil dan mudah menemukanmu. Ketemu berpapasan atau hanya sekedar aku jadi pengamat jarak jauh menjadi catatan penting untuk aku ingat.
Ku rasakan Hari-hariku mulai berkecamuk, aku secara pribadi tidak mampu mengungkapkan perasaan yang berkecamuk ini. Banyak hal yang aku fikirkan kala itu, aku takut malah mengakhiri kebersamaanya yang mulai terbangun. Kebersamaan yang sudah mulai aku nyaman akan ratna wilandari. Fiqirku juga tidak terlalu terburu-buru, butuh waktu mengenalnya lebih dalam. Atau dalam benakku takut kau menolak.
 Yah, sekali lagi dulu aku masih belum peka terhadap realita, aku belum peka terhadap perasaan cewek. Aku belum peka waktu itu menghadapi problem serius ini, entah aku apatis atau bahkan yang lebih parah lagi. Aku waktu itu masih agak canggung dengan cewek, maklum masa peralihan.
 Aku mengagumi juga sangat mencintaimu kala itu. Cinta yang bersemi membuat semangat, semangat menemukanmu di sudut-sudut sekolah. Aku hanya mengamatimu dari jauh, melihatmu makan dikantin belakang, kantin depan pun aku sering melihatmu jalan lewat pinggiran lapangan basket. Melihatmu duduk di teras kelas x.7, melihatmu jalan pulang keluar sekolahpun aku sempat- sempatkan melihat itu tiap hari. Aku jadi penggila berat. Sangat berat jadi seorang cowok labil yang tak tau apa-apa.
Memberanikan diri bertatap muka atau hanya sembari ngobrolpun aku jarang melakukanya, sangat tak aku percayai.ini ironis bagi sang pemuja. Dejak jantungku berdebar-debar samapai mau bicara apapun, ketika aku bertemu deganmu tak bisa se santai yang dibayangkan, yah seperti yang kau tau ratna aku hanya bisu dan se olah-olah cuek.
Cerita tentangmu bnyak mewarnai penabiru ku, dan aku tak mau menuis satu persatu itu. Yahhh (menghea nafas),,,,Waktu aku bersamamu mungkin banyak yang membekas, sekalipun menurutmu biasa biasa saja. Menurutku itu menjadi gairah hidup. Gaerah hidupku saat ini juga tak lepas tanpamu.
Jantungku sepersekian detik berhenti, satu pesan xmx mu mengenai status hubungan ratna dengan faisal. Perasaanku tak terbayangkan, aku tidak mengungkapkan perasaan itu di kamu sayangku. Dunia khayal, lagi lagi aku berada di dunia mimpi yang mengikatku erat dan tak mau melepaskan ku. Sayap sayap ku tentangmu mulai aku pudarkan...
Huuuuftttttt...... heran dan kaget!!! Tak bisa di bayangkan perasaanku. Saat aku menuliskan ini pun masih sisa memori.

Mohon maaf apabila apa yang aku tuliskan ini malah membuatmu berfikir dan bertanya,,, namun ini refleksi bersama menggali universalitas kebenaran.Harapanya juga banyak kebenaran yang terungkap sebagai bahan pelurusan sejarah.  Kebenaran yang menjadi rujukan kelak yang akan datanguntu kita bersama. 

0 komentar:

Post a Comment

 

HamsterBlack. Design By: SkinCorner