Communication
Komunikasi
mempunyai arti yang sangat luas bagi kehidupan manusia. Bayangkan saja dari
manusia itu lahir sampai meninggal mereka tidak lepas dari yang namanya
komunikasi baik secara langsung, verbal non-verbal, body language dsb. Beberapa
pakar komunikasi mendefinisikan apa itu arti komunikasi antara lain:
Bernard Barelson dan Gary A.Steiner
“Komunikasi : Transmisi informasi, gagasan, emosi,
keterampilan dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol-kata-kata,
gambar, figure, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah
yang biasanya disebut komunikasi”.
Theodore M.Newcomb :
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,
terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima’’.
Setiap individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda mengenai arti dan
makna sebuah komunikasi. Persepsi tersebut yang menjadi awal dari adanya sebuah
perbedaan. Perbedaan tersebut bisa menimbulkan sebuah permasalahan sosial baru.
Namun, dengan adanya komunikasi yang dapat di apliksikan untuk mengatur
kehidupan manusia yang mempunyai unsur yang berbeda tersebut, maka permasalahan
sosial atau konflik sosial itu bisa di atasi.
Adanya perbedaan tersebut menimbulkan beragam adat atau sebuah
kebiasaan. Hal tersebut mengacu pada kebudayaan antar masyarakan yang relatif
beragam. Tentu saja setiap kelompok
sosial mempunyai budaya yang berbeda, misalnya saja warga negara
Indonesia mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan orang perancis, begitu juga
kaitanya dengan etika suatu masyarakat islam yang menggunakan komunikasi
sebagai media atau alat untuk berkomunikasi dengan orang lain selain masyarakat
islam. Orang islam mempunyai budaya sendiri dalam berkomunikasi antar umat
beragama terutama di negara kita Indonesia yang mempunyai banyak sekali ragam
budaya dan agama.
Intercultural communication
Komunikasi antar budaya (intercultural communication) adalah interaksi komunikasi dari manusia lain
yang mempunyai perbedaan cultur. Sedangkan interaksi komunikasi sendiri
adalah penafsiran makna yang berbeda
dari setiap individu. Komunikasi antar budaya meliputi interethnic
communicaion yaitu interaksi antar manusia yang berbeda suku, internasional
communication yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih yang berbeda
negara dan interacultural communication yaitu interaksi dari anggota
yang sesama suku. Lalu apa itu yang di maksud dengan cultur? Cultur ialah
sistem dari pengetahuan, kepercayaan, perilaku, sikap dan aktifitas sekelompok
manusia yang hidup berdampingan sehari hari.
Allah SWT menciptakan beragam manusia yang tidak sama, begitu juga
dengan kebudayaan yang bermacam-macam bentuknya. Lalu bagaimana cara manusia
itu agar bisa berkomunikasi atau berinteraksi lintas budaya? Seorang individu
harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang berasal dari
kebudayaan lain. Misalnya saja, pemilihan miss univers yang bertempat di hawai.
Wanita dari berbagai negara tersebut di kumpulkan menjadi satu untuk mengikuti
ajang pemilihan miss unnivers, tentu saja mereka mempunyai latar belakang yang
berbeda-beda. Namun mereka semua mempunyai kemampuan untuk berbahasa dengan
baik. Dengan menggunakan bahasa internasional mereka bisa berkomunikasi
walaupun cultur mereka berbeda-beda. Itulah yang dimaksud dengan kemampuan
berinteraksi lintas budaya.
Iptek yang berkembang pesat juga
akan mempengaruhi komunikasi antar budaya. Dengan berkembangnya teknologi akan
membantu kita untuk mengetahui cultur budaya lain terutama dari negara lain.
Kebiasaan orang luar negeri tentu saja berbeda dengan kebiasaan negara kita.
Misalnya saja behaviour kita yang tidak memperhatikan kedisiplinan waktu pada
saat mempunyai janji atau bekerja namun tetap saja telat, berbeda dengan
behaviour negara lain misalnya Singapour yang benar-benar memperhatikan
disiplin waktu. Bayangkan saja jika orang Indonesia berada di Singapour mereka
harus menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan behaviour mereka. Kembali lagi
dengan how to improve your ability to communicate interculturally. Pendidikan yang baik juga akan mendukung berlangsungnya intercultural
communication yang baik.
Etika of intercultural communication
in islamic society
Factor internal bukan saja
mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi
persepsi kita. Agama, ideology, tingkat intelektual, tingkat pekerjaan
dan cita rasa sebagai factor internal jelas mempengaruhi persepsi. Dengan
demikian persepsi itu terikat oleh budaya (cultur-bound). Islam
mempunyai pandangan tersendiri mengenai komunikasi. Sebagai khalifah di bumi,
manusia pada dasarnya menganut pemikiran protagoras bahwa manusia adalah ukuran
bagi selgalanya. Di samping itu, manusia juga mempunyai etika dalam berbagai aspek.
Salah satunya adalah aspek berbudaya, pada umat muslim etika berbudaya antar
sesama manusia itu di perlukan untuk menjaga keselarasan umat beragama. Sebagai
contohnya, orang muslim di bali akan menghormati orang hindu yang sedang
melaksanakan acara nyepi karena sebagian besar masyarakatnya juga menganut
agama hindhu. Begitu juga sebaliknya, jika orang islam yang merayakan hari raya
idul fitri maka umat hindhu ikut menjaga ketertiban bersama.
Islam
pertama kali masuk di Indonesia juga karena adanya akulturasi kebudayaan.
Budaya luar yang mengandung unsur islam masuk ke indonesia dengan perantara
wali songo. Syiar islam yang ada pun menggunakan lintas budaya komunikasi. Yang
telah diatur sedemikian rupa sehinggat ercipalah masyarakat islam yang bisa
menghormati sesama pemeluk agam lain. .
Menurut
saya masyarakat islam tentu saja mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan orang
barat. Cara berkomunikasinya pun berbeda, sebagai contoh adalah model busana
yang di pakai oleh masyarakat barat dan masyarakat islam. Busana merupakan
komunikasi yang berarti bisa menunjukan jati diri orang tersebut. Seorang
muslim akan cenderung memakai busana yang menutup aurat dan panjang, sedangkan
masyaraka barat cenderung menggunakan pakaian yang mini karena itu budaya
mereka dan menunjukan siapa dia sebenarnya dan dari mana asalnya. Masyarakat
islam punya cara tersendiri untuk mengaplikasikan komunikasi kepada orang lain.
Maka akan tercipta masyarakat yang madani, sejahtera, saling menghormati antar
sesama. Selain itu faktor lain yang menyebabkan masyarakat islam beda dengan
yang lain adalah tata cara bergaul, kesopanan, dan tingkah lakunya.
Al-qur’an
telah mengatur semua kegiatan komunikasi yang di lakukan oleh manusia. Pada
hakekatnya manusia hanya menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi yang dapat
menjaga keamanan, ketertipan, dan kesejahteraan masyarakat yang mempunyai suatu
etika budaya masing-masing. Contoh lain dari budaya orang barat dengan budaya
masyarakat yang islami adalah cara bergaul mereka. Dari pandangan mata,
cipika-cipiki, berpelukan di depan umum, dsb. Hal itu merupakan komunikasi
non-verbal yang menggunakan body language/ gesture. Akan tetapi, pada
masyarakat islam tidak mengenal hal seperti itu, karena semua itu di anggap
tabu. Sehingga komunikasi yang terjadipun akan sangat berbeda.
Masyarakat
islam punya cara tersendiri untuk dapat beretika terhadap sesama manusia baik
muslim maupun non-muslim. Cara bergaulnya pun ada batasan-batasan yang harus di
perhatikan, tidak seperti kebudayaan barat yang non-muslim.