Wednesday, April 23, 2014

Etika Komunikasi Antar Budaya ( Islamic Society )


Communication

                  Komunikasi mempunyai arti yang sangat luas bagi kehidupan manusia. Bayangkan saja dari manusia itu lahir sampai meninggal mereka tidak lepas dari yang namanya komunikasi baik secara langsung, verbal non-verbal, body language dsb. Beberapa pakar komunikasi mendefinisikan apa itu arti komunikasi antara lain:
Bernard Barelson dan Gary A.Steiner
“Komunikasi : Transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol-kata-kata, gambar, figure, grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi”.
Theodore M.Newcomb :
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima’’.
                    Setiap individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda mengenai arti dan makna sebuah komunikasi. Persepsi tersebut yang menjadi awal dari adanya sebuah perbedaan. Perbedaan tersebut bisa menimbulkan sebuah permasalahan sosial baru. Namun, dengan adanya komunikasi yang dapat di apliksikan untuk mengatur kehidupan manusia yang mempunyai unsur yang berbeda tersebut, maka permasalahan sosial atau konflik sosial itu bisa di atasi.
                    Adanya perbedaan tersebut menimbulkan beragam adat atau sebuah kebiasaan. Hal tersebut mengacu pada kebudayaan antar masyarakan yang relatif beragam. Tentu saja setiap kelompok  sosial mempunyai budaya yang berbeda, misalnya saja warga negara Indonesia mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan orang perancis, begitu juga kaitanya dengan etika suatu masyarakat islam yang menggunakan komunikasi sebagai media atau alat untuk berkomunikasi dengan orang lain selain masyarakat islam. Orang islam mempunyai budaya sendiri dalam berkomunikasi antar umat beragama terutama di negara kita Indonesia yang mempunyai banyak sekali ragam budaya dan agama. 

Intercultural communication

                       Komunikasi antar budaya (intercultural communication)  adalah interaksi komunikasi dari manusia lain yang mempunyai perbedaan cultur. Sedangkan interaksi komunikasi sendiri adalah  penafsiran makna yang berbeda dari setiap individu. Komunikasi antar budaya meliputi interethnic communicaion yaitu interaksi antar manusia yang berbeda suku, internasional communication yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih yang berbeda negara dan interacultural communication yaitu interaksi dari anggota yang sesama suku. Lalu apa itu yang di maksud dengan cultur? Cultur ialah sistem dari pengetahuan, kepercayaan, perilaku, sikap dan aktifitas sekelompok manusia yang hidup berdampingan sehari hari.
                         Allah SWT menciptakan beragam manusia yang tidak sama, begitu juga dengan kebudayaan yang bermacam-macam bentuknya. Lalu bagaimana cara manusia itu agar bisa berkomunikasi atau berinteraksi lintas budaya? Seorang individu harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang yang berasal dari kebudayaan lain. Misalnya saja, pemilihan miss univers yang bertempat di hawai. Wanita dari berbagai negara tersebut di kumpulkan menjadi satu untuk mengikuti ajang pemilihan miss unnivers, tentu saja mereka mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Namun mereka semua mempunyai kemampuan untuk berbahasa dengan baik. Dengan menggunakan bahasa internasional mereka bisa berkomunikasi walaupun cultur mereka berbeda-beda. Itulah yang dimaksud dengan kemampuan berinteraksi lintas budaya.
                           Iptek  yang berkembang pesat juga akan mempengaruhi komunikasi antar budaya. Dengan berkembangnya teknologi akan membantu kita untuk mengetahui cultur budaya lain terutama dari negara lain. Kebiasaan orang luar negeri tentu saja berbeda dengan kebiasaan negara kita. Misalnya saja behaviour kita yang tidak memperhatikan kedisiplinan waktu pada saat mempunyai janji atau bekerja namun tetap saja telat, berbeda dengan behaviour negara lain misalnya Singapour yang benar-benar memperhatikan disiplin waktu. Bayangkan saja jika orang Indonesia berada di Singapour mereka harus menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan behaviour mereka. Kembali lagi dengan how to improve your ability to communicate interculturally. Pendidikan yang baik juga akan mendukung berlangsungnya intercultural communication yang baik.


 Etika of intercultural communication in islamic society    

Factor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita. Agama, ideology, tingkat intelektual, tingkat pekerjaan dan cita rasa sebagai factor internal jelas mempengaruhi persepsi. Dengan demikian persepsi itu terikat oleh budaya (cultur-bound). Islam mempunyai pandangan tersendiri mengenai komunikasi. Sebagai khalifah di bumi, manusia pada dasarnya menganut pemikiran protagoras bahwa manusia adalah ukuran bagi selgalanya. Di samping itu, manusia juga mempunyai etika dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah aspek berbudaya, pada umat muslim etika berbudaya antar sesama manusia itu di perlukan untuk menjaga keselarasan umat beragama. Sebagai contohnya, orang muslim di bali akan menghormati orang hindu yang sedang melaksanakan acara nyepi karena sebagian besar masyarakatnya juga menganut agama hindhu. Begitu juga sebaliknya, jika orang islam yang merayakan hari raya idul fitri maka umat hindhu ikut menjaga ketertiban bersama.
Islam pertama kali masuk di Indonesia juga karena adanya akulturasi kebudayaan. Budaya luar yang mengandung unsur islam masuk ke indonesia dengan perantara wali songo. Syiar islam yang ada pun menggunakan lintas budaya komunikasi. Yang telah diatur sedemikian rupa sehinggat ercipalah masyarakat islam yang bisa menghormati sesama pemeluk agam lain. .
Menurut saya masyarakat islam tentu saja mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan orang barat. Cara berkomunikasinya pun berbeda, sebagai contoh adalah model busana yang di pakai oleh masyarakat barat dan masyarakat islam. Busana merupakan komunikasi yang berarti bisa menunjukan jati diri orang tersebut. Seorang muslim akan cenderung memakai busana yang menutup aurat dan panjang, sedangkan masyaraka barat cenderung menggunakan pakaian yang mini karena itu budaya mereka dan menunjukan siapa dia sebenarnya dan dari mana asalnya. Masyarakat islam punya cara tersendiri untuk mengaplikasikan komunikasi kepada orang lain. Maka akan tercipta masyarakat yang madani, sejahtera, saling menghormati antar sesama. Selain itu faktor lain yang menyebabkan masyarakat islam beda dengan yang lain adalah tata cara bergaul, kesopanan, dan tingkah lakunya.


Al-qur’an telah mengatur semua kegiatan komunikasi yang di lakukan oleh manusia. Pada hakekatnya manusia hanya menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi yang dapat menjaga keamanan, ketertipan, dan kesejahteraan masyarakat yang mempunyai suatu etika budaya masing-masing. Contoh lain dari budaya orang barat dengan budaya masyarakat yang islami adalah cara bergaul mereka. Dari pandangan mata, cipika-cipiki, berpelukan di depan umum, dsb. Hal itu merupakan komunikasi non-verbal yang menggunakan body language/ gesture. Akan tetapi, pada masyarakat islam tidak mengenal hal seperti itu, karena semua itu di anggap tabu. Sehingga komunikasi yang terjadipun akan sangat berbeda.
Masyarakat islam punya cara tersendiri untuk dapat beretika terhadap sesama manusia baik muslim maupun non-muslim. Cara bergaulnya pun ada batasan-batasan yang harus di perhatikan, tidak seperti kebudayaan barat yang non-muslim.

0 komentar:

Post a Comment

 

HamsterBlack. Design By: SkinCorner